Perlu diketahui bersama adalah bahwa, secara umum dilihat dari kategori tingkatatannya (tataran) suatu ilmu itu ada ilmu berupa teori/wacana/informasi dan juga ada ilmu praktek/aktivitas/ pengamalan dari teori tersebut. Begitu juga dengan ilmu qiro’at (bacaan alQur’an). Ilmu untuk memahami tentang aturan-aturan mengenai qiro’at disebut ilmu tajwid. Ilmu tajwid itu sendiri jika ditinjau dari keterangan diatas dapat dibagi menjadi dua kategori;
a. Tajwid ‘Ilmi, yakni pengetahuan tentang kaidah-kaidah dan aturan yang telah ditetapkan oleh ulama qiro’at, seperti; makhroj, hukum nun mati dan tanwin, waqf da ibtida’, mad dan mmacam-macamnya, dsb.
b. Tajwid ‘Amali, yakni mempraktekkan/melafadzkan huruf-huruf alQ, profesonalitas di dalam mengucapkan kalimat-kalimatnya, atau kefasihan di dalam mengucapkannya. Seperti; mempraktekan hams, jahr, tafkhim dsb.[1]
      Tajwid ‘Amali ini tidak mungkin hanya dipelajari melalui teori-teori, penjelasan dari kitab-kitab, akan tetapi harus melalui talaqi, musyafahah, talqin, sima’, atau lebih gampangnya kita menyebutnya setoran di hadapan seorang ahli (guuru, kyai dsb).
Alasannya;
   1. Rasulullah melakukan talaqi, musyafahah dengan Jibril AS.[2]
   2. Rukun-rukun dari pada qira’at yang shahih adalah; a) Muttasil (bersambung) sampai Rasulullah SAW; b).     Sesuai dengan bahasa Arab dalam segi kefasihannya; c). Sesuai dengan Rasm Usmani.[3]
Maka dari itu apabila dari salah satu rukun ini tidak terpenuhi qira’at (bacaan) tersebut termasuk qira’at yang tidak shahih. Ketika seseorang tidak mempunyai sanad, maka baca’aanya tidak muttasil (bersambung) sampai Rasulullah SWT, dan bacaannya di anggap tidak memenuhi rukun-rukun diatas. Bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa meskipun seseorang tersebut membaca dengan panduan teori-teori dari kitab, atau mendengarkan bacaan dari kaset-kaset akan tetapi tidak di talaqqi-kan maka bacan tersebut di hukumi tidak sahih.[4]
    3. Di dalam alQ, ada hukum-hukum atau aturan-aturan yang tidak bisa hanya dijelaskan dengan definisi tulisan, melainkan harus dengan praktek, seperti; ar-roum, ihtilas, isymam dsb.[5] Atau juga ada pengucapan yang berbeda dengan tulisan aslinya, seperti;  الم, كهيعص, ص, dsb.[6]
        Jadi dapat disimpulkan disini bahwa seseorang di dalam membaca, mengajarkan bacaan AlQ, baik tahfidz maupun tidak, baik beberapa ayat atau 30 juz, sebelumnya wajib harus pernah talaqi, musyafahah, atau setoran di hadapan guru ahli. Dengan otomatis seseorang tersebut telah mempunyai sanad yang muttasil.[7]

[1] . Syaikh al-Muqri’ al-Mishriyah  Mahmud Khalil al-Khushari, Ahkam al-Qur’an, Dar al-Basyair, tth., hlm. 17 & 25
[2] . Ahmad Mahmud Abdussami’, Asyhar al-Musthalahat fi Fan al-Ada’ wa ‘Ilm al-Qira’at, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, 2001, hlm. 23
[3] . Husaini Syaikh Ustman, Haq at-Tilawah, Dar al-Manarah, Damaskus, 1998, cet. 12, hlm. 43
[4] . Haq at-Tilawah, hlm. 47
[5] . Ahkam al-Qur’an, hlm. 31
[6] . Asyhar al-Musthalahat fi Fan al-Ada’ wa ‘Ilm al-Qira’at, hlm. 23
[7] . Ahkam al-Qur’an, hlm. 27-28

Refrensi-refrensi di atas bisa dilihat di;
1. Ahkam al-Qur’an di; https://www.facebook.com/groups/709798949038747/784852778200030/
2. Asyhar al-Musthalahat fi Fan al-Ada’ wa ‘Ilm al-Qira’at di; https://www.facebook.com/groups/709798949038747/784855094866465/
3.  Haq at-Tilawah di; https://www.facebook.com/groups/709798949038747/784857661532875/

sanad al quran, sanad quran, pengertian sanad al quran, sanad bacaan al quran, sanad alquran, macam macam sanad al quran, apa itu sanad al quran, macam macam sanad membaca al quran, kegunaan sanad al quran, roum dalam ilmu tahsin, Macam-macam sanad quran di dunia, Apa itu sanad dalam tajwid, sanad qiraah, syarat sanad ilmu tajwid hafal 30 juz, baca al quran tidak pakai sanad, gak hafal guran bisa gak dapat sanat al-guran, rukun qiroah, arti sanad baca dan sanad hapalan, perbedaan sanad hafalan dan bacaan, pentingnya sanad alquran, penjelasan sanad dalam ilmu al qur\an, pengertian sanad tahsin, pengertian qiroati tilawah jahr, pakah harus baca AlQuran sesuai sanad, musyafahah artinya, mengaji harus ada sanadnya, maksud sanad al quran, tentang sanad quran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *